Kisah Lainnya "Catatan 2010 - 2013"

"Seaneh apapun kehidupan saya, saya tetap mensyukurinya, karena kehidupan itu sendiri sebenarnya adalah sebuah keajaiban. Bareskrim, Kebon Waru, adalah tempat mempersiapkan diri... Kami akan meneruskan perjalanan." --Ariel

"Banyak sekali spekulasi yang mengatakan kalau band ini sudah tidak akan bisa jalan lagi... Album Suara Lainnya adalah jawaban bagi mereka yang meragukan kami." --Uki
"Saya banyak memahami soal keimanan, hubungan manusia dan Sang Khalik, dan hubungan dengan sesama manusia." --Lukman
"Ketika mengantre di kasir, seorang perempuan paruh baya mengeluarkan kalimat tak senonoh tentang diri Ariel. Saya mencoba untuk tampak biasa-biasa saja. Istri saya langsung pergi." --Reza
"Selama masa-masa sulit itu, dalam doa, saya sangat berharap nafas jiwa saya bisa kembali hidup." --David

Kisah Lainnya adalah buku karya Ariel yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada tahun 2012. Buku ini menceritakan pengalaman Ariel, Uki, Lukman, Reza, David sepanjang tahun 2010-2012.

Sinopsis

Dimulai dengan kisah kasus video seks yang menimpa Ariel, dimana dijelaskan secara harfiah bagaimana perasaan Ariel saat pertama kali terkena kasus tersebut. Gamang dan tak jelas dengan apa yang ada di isi kepalanya tertuang dalam buku tersebut.

Dampak dari kasus video itu pun juga dijelaskan dalam 'Kisah Lainnya'. Tak hanya dampak, hari-hari saat menuju kursi pesakitan karena skandal video seks itu pun seperti 'bercerita' sendiri dalam buku tersebut.

Tapi, tak hanya menyajikan kisah hidup Ariel seorang, kisah terbentuknya hingga hampir bubarnya Peterpan juga tersaji dalam buku setebal 228 halaman itu. Terpilihnya David menjadi awak baru Peterpan juga sedikit diceritakan.

Kisah penantian Lukman, Uki, Reza dan David terhadap Ariel yang dipenjara juga menjadi salah satu sajian menarik dalam buku ini. Bagaimana kira-kira kisah mereka?

Dalam Buku ini terdapat beberapa Kutipan yang menjadi Favorit bagi pembaca buku ini.

Pada saat masalahmu menghampirimu, janganlah berkecil hati
Itu adalah pasangan hidupmu
Itu adalah takdirmu
Sesuatu yang sudah dipersiaplam untukmu, bahkan sebelum kau dilahirkan
Itu adalah pelengkap hidupmu
Itu adalah gurumu, maka cintailah dia

Penilaian Tuhan tidak dimulai saat kau menerimanya
Karena semua orang akan menerimanya, tanpa terkecuali
Selayaknya seperti orang-orang sebelummu

Jangan pernah berusaha menolak kesalahanmu
Terimalah itu sebagai bekalmu, untuk perjalanan panjangmu
Justru kesalahanmu dimulai ketika kau menolak menerima kesalahanmu
Sedangkan kau menyadarinya

Lapangkanlah dadamu, sehingga luas, tempat untuk ilmu yang berguna
Penilaian Tuhan dimulai saat kau memperbaikinya”

"Selama masa-masa sulit itu, dalam doa, saya sangat berharap nafas jiwa saya bisa kembali hidup."—David

"Yang terucap akan lenyap, yang tercatat akan teringat."

"Tuhan, jangan lupakan saya, jangan biarkan saya lepas tanpa arah."

"Mari hadapi ini!"

"Lalu kau injakkan kakimu untuk pertama kalinya di situ. Kau mencoba untuk tenang, namun jantungmu berdetak keras. Kau mencoba untuk normal, namun semua melihat wajahmu pucat. Mencoba menguatkan diri tapi tanganmu bergetar."

"Pikiranmu tidak lagi menguasai badanmu, dan badanmu enggan mengenali pikiranmu."

"Yang namanya emas, mau dilempar ke dalam kotoran pun tetap emas."

"Jangan berkecil hati, Manusia diciptakan di dunia ini memang untuk bikin kesalahan, lalu memperbaiki diri. Kalau semua orang sudah tidak bikin kesalahan lagi. Maka semua ini akan dimatikan oleh Tuhan, karena tidak ada lagi tujuan kehidupan."

"Muncul kesadaran bahwa saya hanya mengetahui masa lalu dan masa sekarang, tapi tidak masa depan. Saya hanya bisa merencanakan. Bila tiba-tiba terjadi sesuatu di luar rencana yang berkaitan dengan hidup dan pekerjaan, semua ini di luar kemampuan saya. Saya akan terima dan ikuti apapun yang ditulirkan oleh pena-Nya terhadap saya. Saya hanya memohon untuk diberikan akhir yang terbaik buat saja, juga orang yang saya cintai, apapun akhir itu, dan apapun yang harus terjadi di antaranya sebelum itu."

"Dia tidak menoleransi dunia, sehingga dunia tidak menoleransinya. Keras memang, tapi apalah arti pendirian jika tidak keras. Hitam atau putih, tapi tidak abu-abu. Keras memang,... Andai saja dunia melihat kebenaran yang dia lihat"

"Terkadang kita lupa mensyukuri hal-hal yang dengan mudah kita dapatkan."

"Pada akhirnya semua saya kembalikan lagi kepada Tuhan saja. Setiap niat akan dihitung, setiap tindakan akan dihitung."

“Jika saya bercerita sekarang
Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya


Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia
Yang seharusnya tidak dimaklumi
Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah,
Semua dapat memetik hal yang baik dari kemakluman itu,
Atau hanya akan mengikuti keburukannya.
Maka saya lebih baik diam

Jika saya bersuara sekarang
Maka itu hanya akan membuat saya terlihat sedikit lebih baik
Dan beberapa lainnya terlihat sedikit lebih buruk dari sebelumnya
Maka saya lebih baik diam

Jika saya berkata sekarang
Maka akan hanya ada caci maki dari lidah ini
Dan teriakan kasar tentang kemunafikan
Serta cemoohan hina pada keadilan
Maka saya lebih baik diam

Saya hanya akan bercerita kepada tuhan,
Bersuara kepada yang berhak,
Berkata kepada diri sendiri
Lalu diam kepada yang lainnya.
Lalu biarkan seleksi tuhan bekerja pada hati setiap orang”—Bareskrim,2010

"Namun manusia hanya bisa merencanakan, Tuhan mempunyai rencana-Nya sendiri untuk masing-masing manusia."

"Bila kita punya mimpi, harus kita sendiri yang harus mengubah mimpi itu menjadi kenyataan."

"Ada sebuah harapan dalam lamunan saya bahwa semua ini akan berubah."

"Di tengah-tengah badai hidup, tidak jarang kita sebagai manusia menjadi seperti zombie. Tubuh kita hidup tapi jiwa kita meredup."

"Bagi saya—David—, apa yang 'tidak terlihat' menentukan apa yang 'terlihat'. Kondisi jiwa yang positif menentukan pintu-pintu manayang terbuka di tataran yang 'terlihat'"

"Pada saat kau bukan kebaikan pun kau bukan keburukan."

"Suatu kesalahan yang ditanggapi dengan kesalahan berikutnya karena arogansi, emosi, dan sulut provokasi sering membuat yang benar pada awalnya menjadi salah pada akhirnya. Kesalahan harus ditanggapi dengan cara yang benar; tergantung siapa yang lebih dewasa dan berjiwa besar."

"Semua kejadian yang sudah terlewati itu adalah kehendak Tuhan. Ujian dari-Nya dengan senang hati akan saya lewati lagi jika itu memang membuat saya menjadi manusia yang lebih baik daripada sebelumnya."

"Sebuah kekuatan telah mempertemukan kami satu per satu, dengan cara yang tidak bisa diterka oleh siapapun. Bersama Uki, Lukman, Reza, dan David. Kami telah sampai di sebuah persimpangan dari setengah perjalanan, dan kami masih berkumpul di persimpangan itu. Kami sudah bersiap mengerjakan apa yang bisa kami lakukan di masa depan. Kami akan meneruskan perjalanan."

0 komentar:

Poskan Komentar